Translate

This is default featured slide 1 title

temukan berbagai tutorial, tips dan trik di blog ini

Minggu, 25 Mei 2014

profil blogger

Nama saya faiz wicaksono, lahir di wonosobo pada tanggal 19 september 1996. Hobby saya adalah editingfoto sendiri. Kerjaan sehari hari adalah menjalankan ibadah, sekolah, melakukan kewajiban sebagai siswa , makan minum, tidur, dan menjalankan kewajiban sebagai makhluk sosial dan ga lupa juga tidur karena yang disini punya keterbatasan fisik,hihihi . Hal yang paling disukai adalah jalan jalan kemanapun yang penting asyik dan enggak ngebosenin. yang punya blog  enggak pernah jago soal masalah cinta cintaan, dan susah disuruh romantis. Tapi kalo pacaran, dijamin bisa setia deh hahihi. Hal yang gak pernah disuka adalah sama orang orang munafik dan punya hati pembohong. Kaya mereka yang gitu gitu. Yang punya blog ga begitu suka sama yang namanya sekolah. karena kalo sekolah kita terikat sama peraturan peraturan yang dibikin sama sekolah tersebut dan membuat kita terikat dengan suatu hal yang enggak kita pengen tau, udah itu kita diwajibkan berangkat tiap hari buat belajar hal hal baru yang kadang ada yang gebosenin. Yang punya blog tertarik sama hal yang berbau indah dan menarik untuk dipelajari, contohnya kaya ilmu editing, fotografi, seputar dance, beat box, atau apapun yang menurut yang punya blog menarik. Kalo dipikir pikir, belajar itu perlu dan dibutukan buat kemajuan masa depan kita. Maka dari itu belajar itu juga diperlukan walaupun tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Oh ya, kalo mbak siti baca, salam piss deh !!

Bye.

Product Description



HACCP MANUAL



BASED :

INTEGRATED QUALITY MANAGEMENT PROGRAM OF CHICKEN FROZEN

 










CV. MUALLIM BROILER
JL. IMAM BONJOL 1 / 46 BATU MALANG
JAWA TIMUR





I. DESKRIPSI PRODUK

Kategori Produk                                           
Pemotongan ayam
Nama Produk                                               
 Muallim Chicken
Produk  
Chicken Frozen  
Cara Penggunaan                                          
Dimasak terlebih dahulu sebelum                                          dikonsumsi
Bagaimana Cara Material diterima
Semua Raw Material diterima dari Supplier lokal (Malang dan Batu) dengan cara mengambil ayam dari beberapa peternak dengan berat 1,6 kg-1,8 kg dengan keadaan fisik yang sehat.
Asal Raw Material
Raw Material berasal dari peternak ayam daerah Batu dan Malang
Tipe Kemasan
Plastik Polyetilen
Masa Simpan dan Penyimpanan
3 bulan setelah tanggal produksi pada suhu penyimpanan -20ºC
Konsumen
KFC area Jatim
Distribusi
Truk berpendingin dengan suhu -20ºC
Label
KFC Chicken
Asal Supplier
 Jenis Produk
Spesifikasi
Potongan
Tanggal dan bulan kadaluwarsa
Spesikasi Produk Akhir
1.       Abob
2.       Non Abob
3.       Wing
Tahapan Proses
Penerimaan raw material, penggantungan, pemingsanan, penyembelihan, perebusan,pemotongan kaki pencabutan bulu, pemotongan kepala, pemisahan jerohan dan pembersihan lemak, pencucian, perendaman air dingin (klorinasi),  parting, pengemasan, pembekuan, dan pendistribusian.





                                                                                                                                              
                                      
                                         


                                  
                                                                                                                              
                                                                                                                       
                                                                                                                                                                           
           
                                                                                                                                                                                                                                 
                                                                                         




                                                                                                                                  





                                              








                                                                                              










III.  IDENTIFIKASI BAHAYA POTENSIAL

TAHAPAN PROSES
BAHAYA
PENYEBAB BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
Food Quality
Food Safety
1.Penerimaan Raw Material
·    Ukuran tidak sesuai


·    Ayam  stress, memar / patah tulang




Mikroba pathogen : (Salmonella, Listeria Monocytogenes, Sthapylococcus aureus, Yersinia, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, E. coli 015:H7)
Umur, dan ukuran yang tidak seragam
Terjadi benturan saat proses pengangkutan bahan baku (ayam)
Secara alami feses mengandung mikroba pathogen












√(M)




2.Penerimaan Bahan kemasan
Kontaminasi mikroba :      (Sthapylococcus
        aureus).

·    Cemaran : kimia solvent, tinta
Penyimpanan kemasan  kurang hygienist
Migrasi cemaran kimia ke karkas

√(M)



√(K)

3.Penerimaan air PDAM

·    Cemaran Mikroba : E. Coli
Proses pengolahan air tidak optimal

√(M)

4.Penerimaan Es Batu
·    Cemaran Mikroba : E. Coli
Bahan baku air untuk pembuatan es batu tidak dilakukan sanitasi.

√(M)

5. Penggantungan
·    Ayam stress, memar dan patah tulang
Penggantungan kurang hati-hati oleh pekerja.

6.Pemingsanan







·    Ayam Stress
Waktu proses dan voltase stunner tidak sesuai standart







7. Penyembelihan dan Penirisan darah
·    Warna daging gelap




Mikroba Patogen : ( St. aureus,  Clostridium perfringens)
Penyembelihan dan penirisan darah kurang optimal peralatan.
Kontaminasi silang dari peralatan
















√(M)
8. Pemotongan Kaki
·    Kontaminasi silang mikroba

Peralatan dan tangan pekerja tidak saniter

√(M)
9. Perebusan
·    Ayam dalam kondisi kurang matang



·    Ayam rusak



·    Pertumbuhan mikroba pathogen : (Salmonella, Sthapylococcus aureus,  Clostridium perfringens, Bacillus cereus, E. coli)
Suhu dan waktu perebusan yang tidak sesuai
Jumlah ayam yang terlalu banyak saat perebusan
Air yang kotor sumber kontaminasi mikroba














√(M)
10. Plucking










·    Ayam rusak





·    Relatif masih tersisa bulu dan kulit ari
Jumlah ayam terlalu banyak saat  plucking.
Waktu plucking terlalu lama
Pencabutan bulu dan pembersihan yang kurang sempurna









11. Pemotongan kepala
·    Kontaminasi silang mikroba ( E. Coli)
·    Ukuran ayam tidak sesuai standar
Alat potong kurang bersih
Pekerja tidak melakukan SOP-produksi dengan baik



√ (M)

12.Evicerating
·    Kontaminasi Mikroba pathogen ( Salmonella, E. coli)



Saluran feses pecah,

√ (M)

13.  Pencucian
·    Kontaminasi mikroba patogen melalui media air ( Salmonella, E. coli).

·    Sisa klorin dalam karkas

Kontaminan dari ayam (darah, kotoran)

Pemberian dosis klorin yang tidak sesuai standar

√ (M)




√ (K)

11.  Perendaman air   dingin
·    Pertumbuhan mikroba pathogen ( Salmonella, E. coli)




·    Residu klorin
Kontaminan dari ayam (darah, kotoran), suhu proses lebih dari 50C
Pemberian dosis klorin yang terlalu tinggi (>50 ppm).

√ (M)





√ (K)
12.Parting
·    Kontaminasi mikroba pathogen ( St. aureus)

·    Potongan dan ukuran ayam tidak sesuai standar
Sanitasi alat dan pekerja yang kurang bersih.
Pemotongan yang kurang sempurna,




√ (M)
13.Pengemasan
·    Kontaminasi mikroba pathogen (St. aureus)



Sanitasi alat dan pekerja yang kurang, penyimpanan bahan kemas yang kurang hygienis.




√ (M)
16. Pembekuan
·    Pertumbuhan mikroba (psikrofilik Pseudomonas, micrococcus, streptococcus, flavobacterium, proteus)

Suhu pembekuan  kurang -20 oC



√ (M)





IV. ANALISA BAHAYA

TAHAPAN PROSES
BAHAYA
PENYEBAB BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
PENILAIAN SIGNIFIKANSI BAHAYA
Tindakan Pencegahan
Tindakan koreksi
FQ
FS
Keparahan
Peluang
Signifikan
1. Penerimaan Raw Material
·     Ukuran tidak sesuai

·     Ayam,stress, memar/tulang patah

·      Cemaran mikroba (Salmonella, Listeria Monocytogenes, Sthapylococcus aureus, Yersinia, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, E. coli 015:H7

Umur, dan ukuran yang tidak seragam
Terjadi benturan saat proses pengangkutan bahan baku (ayam)
Kontaminasi kotoran/feses ayam










-

√ (M)


-

-
T
-

-
T
-

-
Signifikan
Pastikan ayam sesuai criteria kontrol (kondis bersih,i sehat, tidak memar, patah tulang, maupun mati), ukuran sesuai kriteria.
Rejeck yang tidak sesuai, buang ayam yang mati.
2. Penggantungan
·     Ayam stress, memar dan patah tulang
Penggantungan kurang hati-hati oleh pekerja.

-
-
-
Penggantungan secara hati-hati dan mudah dimengerti oleh pekerja. Pengantungan pada sackle 1 : 3
Pembenahan letak
3. Stunning
·     Kualitas daging kurang baik (warna dan keempukan)
Proses stunning tidak optimal (ayam stress), pH daging tinggi

-
-
-
Pastikan waktu proses±5 detik
Penyesuaian voltase stunner dan waktu stunning.
3. Penyembelihan dan Penirisan darah
·     Warna daging kurang baik




·     Cemaran mikroba pada saluran pembuluh darah
Penyembelihan dan penirisan darah kurang optimal

Kontaminasi alat










√ (M)

-
-


R

-
-


R

-
-


≠ Signifikan

-
Pastikan  tiga urat pada leher putus. Penirisan darah ± 5 menit

Sanitasi pisau dengan air berklorin.
Down grade/reject













4. Perendaman air panas
·     Daya cabut bulu ayam kurang optimal


·     Ayam rusak



·     Cemaran mikroba
Suhu dan waktu perebusan yang tidak sesuai

Jumlah ayam yang terlalu banyak saat perebusan/suhu proses terlalu tinggi.
Kontaminasi air yang kotor










-



√ (M)

-


-

S
-


-

T
-


-

Signifikan
Suhu proses  : 60-61 0C
Waktu proses : 1,5 menit.
Jumlah ayam : 18 ekor


Penggantian air setiap 400 ekor sekali
Kalibrasi thermometer
Penambahan air jika terlalu panas untuk menyesuikan pada tingkat yang ideal.
Ayam yang rusak di reject.
5. Pemotongan kaki
·     Kontaminasi mikroba
Peralatam dan tangan pekerja tidak saniter

√ (M)
S
S
≠ Signifikan
Sanitasi gunting dengan air berklorinasi
Penggunaan alat stainlesteel.
Penggantian alat bila karatan.
6 Picking








·     Ayam rusak, Relatif masih tersisa bulu dan kulit ari


·     Cemaran mikroba
waktu proses kurang optimal
Jumlah ayam terlalu banyak













√ (F)
-


R



-


R



-


≠ Signifikan



Waktu proses : 15 detik
Jumlah ayam : 10 ekor/proses

Penyiraman air berklorin setiap akhir proses
Reject ayam yang rusak
7. Pemotongan kepala
·     Cemaran mikroba

·     Ukuran ayam tidak sesuai standar
Alat potong kurang bersih
Pekerja tidak melakukan SOP-produksi dengan baik.





√ (M)

R

-
R

-
≠ Signifikan

-
Penggunaan alat yang bersih
Reject untuk ukuran ayam yang tidak standart
8. .Evicerating
·     Cemaran mikroba
Saluran feses pecah

√ (M)

T
T
Signifikan
Pemisahan karkas dengan jeroan, sanitasi alat dan pekerja.

Bilas karkas yang terkontaminasi dengan air berklorin 20-50 ppm
9. Pencucian








·     Cemaran mikroba dari media air yang kotor

Kontaminan dari ayam (darah, kotoran)



Pemberian dosis klorin yang tidak sesuai standar

√ (M)




√ (K/M)

S


-

S


-
Signifikan


-
Rolling air setiap 200 – 300 ekor, Pemberian klorin ke air dengan dosis 20-50 ppm
Penambahan klorin bila dosis < 20 ppm
Penambahan air bila dosis > 50 ppm
10 .Pendinginan
·     Cemaran mikroba patogen

·     Residu klorin
Kontaminan dari ayam (darah, kotoran)

Pemberian dosis klorin yang terlalu tinggi (>50 ppm).

√ (M)




√ (K/M)
S


S

T


T
 Signifikan


Signifikan
Suhu air ± 5oC, Rolling air setiap 200 – 300 ekor, Pengecekan kadar klorin 20 – 50 ppm sebelum dan sesudah proses
Bila suhu > 5oC dilakukan penambahan es
Penambahan klorin bila dosis < 20 ppm
Penambahan air bila dosis > 50 ppm
10.Parting
·     Kontaminasi alat dan pekerja



·     Potongan dan ukuran ayam tidak sesuai standar
Sanitasi alat dan pekerja yang kurang




Pemotongan yang kurang sempurna,





√ (M)




-
S



-

R



-
≠ Signifikan
Sanitasi pekerja sesuai standar, cuci tangan dan kaki setiap awal dan akhir proses






Reject bila ukuran ayam tidak standart
11.Pengemasan
·     Kontaminasi bahan pengemas, pekerja

·     Ukuran dan berat karkas yang tidak sesuai

Sanitasi alat dan pekerja yang kurang





√ (M)




-
S


-
T


-
Signifikan


-
Sanitasi pekerja dan peralatan sebelum proses


Kemasan :
*  Hijau : Abob
*  Putih : Non
               Abob
*  Biru   : Wing
Sesuai berat dan ukuran karkas






Bongkar kemasan bila terjadi kesalahan proses untuk dikemas ulang
12. Pembekuan
·     Cemaran mikroba (pertumbuhan mikroba psikrofilik)

Ruang blast freezer kotor
suhu pembekuan di bawah -20 oC




√ (M)



T
S
R
Pemeriksaan suhu freezer berkala
Kalibrasi temperatur blst freezer










V.  IDENTIFIKASI CCP




 



5.1   PENETAPAN TITIK KENDALI KRITIS UNTUK BAHAN BAKU

Tahap Proses
Bahaya
Penyebab Bahaya
Justifikasi
Signifikansi
P-1
P-2
P-3
CCP
1. Penerimaan Bahan Baku
M :  bakteri pathogen (Salmonella, Listeria Monocytogenes, Sthapylococcus aureus, Yersinia, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, E. coli 015:H7


Kontaminasi silang mikroba dari media feses, debu, tanah  ke karkas yang dapat menghasilkan toksin (Sthapylococcus aureus, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Bacillus cereus) dan
Infeksi mikroba dalam alat pencernaan manusia (Salmonella, E. coli 015:H7).
Secara alami atau bawaan sudah ada dalam feses ayam






 Signifikan

Y
Y









Y









Y








2. Penyimpanan Bahan Kemas

M : mikroba pathogen        
      (Sthapylococcus
        aureus).

K : cemaran kimia solvent, tinta

Kontaminasi silang oleh mikroba pada sisa packaging


Migrasi cemaran solvent, tinta ke dalam karkas


Bakteri Sthapylococcus aureus merupakan mikroba yang terdapat pada kulit manusia
Proses printing yang kurang sempurna
≠ Signifikan



≠ Signifikan

T



T



-



-
-



-
T



T
3. Penerimaan air PDAM
M : mikroba patogen
      ( E. Coli)
Proses pengolahan air yang tidak optimal
Kebocoran pipa PDAM kemungkinan terjadi

≠ Signifikan

T
-
-
T

4. Penerimaan Es  Batu
M : mikroba patogen
      ( E. Coli)
Air sebagai bahan baku tidak dilakukan proses sanitasi
Penggunaan air mentah kemungkinan terjadi
≠ Signifikan

T
-
-
T
Keterangan :
P-1 = Apakah bahan baku/bahan kemas mengandung bahaya pada tingkat yang dapat membahayakan konsumen?
P-2 = Apakah pengananan/pengolahan (termasuk konsumsi) dapat menghilangkan atau mengurangi bahaya?
P-3 = Apakah ada resiko resiko kontaminasi ulang oleh peralatan atau produk lain yang tidak dapat dikendalikan?

5.2  PENETAPAN TITIK KENDALI KRITIS UNTUK PROSES PRODUKSI

Tahap Proses
Bahaya
Penyebab Bahaya
Justifikasi
Signifikansi
P-1
P-2
P-3
P-4
P-5
CCP
1.Penggantungan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
T
2.Pemingsangan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
T
3.Penyembelihan dan Penirisan darah
M: bakteri pathogen             ( St. aureus,  Clostridium perfringens
Kontaminasi silang mikroba dari media feses, debu, tanah  ke karkas yang dapat menghasilkan toksin)
Jaringan pembuluh darah yang terbuka  merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba  didukung dengan suhu ayam ± 40ºC
≠ Signifikan

Y
Y
T
T
-
T
4. Perebusan
M: bakteri patogen (Salmonella, Sthapylococcus aureus,  Clostridium perfringens, Bacillus cereus, E. coli)
Air perebusan yang kotor akibat penggunaan berulang-ulang merupakan sumber kontaminasi silang.
Suhu proses ± 60ºC merupakan suhu pertumbuhan optimum untuk bakteri termofil.
 Signifikan

Y
Y
T
Y
T
Y
8.Pemotongan kaki
M: mikroba patogen (Salmonella, E. coli, Sthapylococcus aureus)
Kontaminasi silang mikroba patogen dari feses, dan kulit tangan pekerja
Tangan sangat efektif bagi migrasi mikroba di dukung  kondisi  suhu ayam ±40ºC. 
≠ Signifikan

T
-
-
-
-
T
7.Pencabutan bulu
M: mikroba patogen (Sthapylococcus aureus, Clostridium perfringens)
Kontaminasi silang dari kotoran bulu dan peralatan
Bulu membawa materi kotoran yang dapat mengkontaminasi silang karkas didukung dengan kondisi  suhu ayam ± 40ºC
≠ Signifikan




T
-
-
-
-
T
8.Pemotongan kepala
M: mikroba patogen (Salmonella, E. coli, Sthapylococcus aureus)
Kontaminasi silang mikroba patogen dari feses, dan kulit tangan pekerja
Tangan sangat efektif bagi migrasi mikroba di dukung  kondisi  suhu ayam 35- 40ºC. 
≠ Signifikan

T
-
-
-
-
T
9.Pengeluaran jeroan
M : bakteri patogen              ( Salmonella, E. coli)
Kontaminasi mikroba patogen dari saluran feses yang pecah
Proses dilakukan dengan tangan dan ada kemungkinan mengakibatkan saluran feses pecah didukung dengan suhu karkas ± 32-35ºC
 Signifikan

Y
Y
T
Y
T
Y
10.Pencucian
M: bakteri patogen              ( Salmonella, E. coli

F: Sisa bulu
Kontaminasi silang dari air pencucian yang kotor terhadap karkas

Sisa bulu yang masih ada dalam karkas
Air yang kotor akibat pemakaian berulang merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroba E. coli.


Proses pencabutan bulu oleh mesin kurang optimal
 Signifikan





Y




T
Y




-
T




-
Y




-
Y




-
T




T
11.Pendinginan karkas












M: mikroba pskrofilik (Pseudomonas, Micrococcus, Streptococcus, Flavobacterium, Proteus)

K: Residu khlorin
Mikroba patogen (psikrofil) yang dapat tumbuh pada suhu rendah




Pemberian klorin yang berlebihan


Suhu dan waktu  pendinginan yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kondisi optimal bagi pertumbuhan bakteri





Residu khlorin yang tinggi dalam bahan pangan dapat membahayakan kesehatan.

Signifikan

Y
Y
Y
-
-
Y
12.Parting


M : mikroba hermome             (Sthapylococcus aureus).




Kontaminasi silang dari tangan pekerja dan peralatan
Kondisi tangan pekerja yang tidak higienis dapat mengkontaminasi karkas
≠ Signifikan

Y
Y
T
T
-
T
13.Pengemasan
M : mikroba hermome             (Sthapylococcus aureus).
Kontaminasi silang oleh mikroba pada sisa packaging
Kondisi tangan pekerja yang tidak higienis dapat mengkontaminasi karkas

≠  Signifikan

Y
Y
T
Y
T
Y
14.Pembekuan
M: Mikroba psikropilik (Pseudomonas, micrococcus, streptococcus, flavobacterium, proteus)
Suhu dan kebersihan blast frezzer yang tidak terkontrol Fluktuasi pada alat pembekuan (blast freezer)
Fluktuasi suhu pada alat pembekuan (blast frezer) kemungkinan bisa terjadi
Signifikan

Y
Y
Y
-
-
Y

Keterangan
P-1 = Apakah terdapat bahaya yang signifikan pada tahap proses ini?
P-2 = Apakah ada tindakan pencegahan untuk jenis bahaya yang diidentifikasi?
P-3 = Apakah tahapan proses ini dimaksudkan untuk mengurangi/menghilangkan bahaya sampai pada tingkat yang dapat diterima?
P-4 = Apakah mungkin terjadi bahaya atau kontaminasi sehingga bahaya meningkat sampai pada tingkat yang tidak aman?
P-5 = Apakah tahap berikutnya akan menghilangkan atau mengendalikan bahaya?








5.3  HAZARD PLANT CV. MUALLIM BROILER

TAHAPAN PROSES
BAHAYA POTENSIAL
TINDAKAN PENGENDALIAN
CCP
BATAS KRITIS
PEMANTAUAN
(WHAT, WHERE, HOW, WHEN, WHO)
TINDAKAN KOREKSI
VERIFIKASI
PENCATATAN
1.     Penerimaan Ayam


Mikrobiologis
(bakteri pathogen)






Memilih ayam yang sehat dan bersih.



CCP 1M





Kondisi sehat tidak memar, patah tulang, maupun mati


What :
Kondisi fisik ayam,
How :
Ayam tidak berlendir, sehat, bersih
When :
Setiap penerimaan ayam
Who :
Petugas penerimaan bahan baku
Diputuskan apakah bahan baku diterima atau ditolak
Kompalain pada pemasok bahan baku (ayam)

Review form receiving setiap penerimaan

Form penerimaan ayam
2.    Perebusan
Mikrobiologis
(bakteri pathogen)

Waktu dan suhu perebusan tercapai
CCP 2M
Waktu proses : ±1,5 menit
 Suhu proses : 60-62oC
Rolling air setiap 400 ekor
What :
Suhu air perebusan,  waktu perebusan, jumlah ayam
How :
Pengecekan suhu air perebusan dengan hermometer
When :
Setiap batck sebelum proses perebusan ayam
Who :
Operator
Stop proses dan tunggu hingga sesuai persyaratan (batas kritis)
Review log book setiap hari
Kalibrasi hermometer

Log sheet air perebusan

Log sheet perebusan produk
3. Evicerating / pengeluaran jeroan
Mikrobiologis
(bakteri pathogen)

Proses dilakukan secara hati-hati agar saluran feses yang pecah
CCP 3M
Saluran feses tidak pecah
What :
Proses pengeluaran jeroan
How :
Dilakukan dengan hati-hati
When :
Setiap proses pengeluaran jeroan masing-masing ayam
Who :
Pengawas produksi
Pemisahan karkas dengan jeroan.
Bila feses pecah, dipisahkan dan dilakukan pencucian dengan klorin
Review log book setiap hari

Log sheet Evicerating
4.  Pendinginan karkas
M: mikroba pskrofilik (Pseudomonas, Micrococcus, Streptococcus, Flavobacterium, Proteus)

K: Residu khlorin
Suhu proses dan kadar klorin tercapai






Pemberian dosis klorin berlebih (> 50 ppm)
CCP 4M







CCP 4K



Suhu air ± 5oC, Pengecekan kadar klorin 20 – 50 ppm sebelum dan sesudah proses
What :
Suhu air dan kadar klorin
How :
Thermometer dan klorin test kid
When :
Setiap 30 menit sekali
Who :
Pengawas produksi
Bila suhu > 5oC dilakukan penambahan es
Penambahan klorin bila dosis < 20 ppm
Penambahan air bila dosis > 50 ppm
Review log book setiap hari

Log sheet air pendinginan


5. Pengemasan
Mikrobiologis
(Staphilococcus aureus)
Sanitasi pekerja dan alat
CCP 5M
Kondisi alat dan tangan pekerja bersih dari kontaminan. Swab test <1000 koloni/ gr pada alat dan pekerja
What :
Proses pengeluaran jeroan
How :
Dilakukan dengan hati-hati
When :
Setiap proses pengeluaran jeroan masing-masing ayam
Who :
Pengawas produksi
Stop proses dan tunggu hingga sesuai persyaratan
Review log book setiap hari

Log sheet air perebusan

Log sheet perebusan produk
6. Pembekuan
Mikrobiologis
(Mikroba psikropilik)
Suhu pembekuan tercapai
CCP 6M
Suhu pembekuan minimal -20oC, Waktu pembekuan 2 hari
What :
Suhu dan waktu pembekuan blast freezer
How :
Pengecekan suhu dan waktu pembekuan dengan termometer
When :
Setiap batck saat  pendistribusian
Who :
Operator
Stop proses dan tunggu hingga sesuai persyaratan
Review log book setiap hari

Log sheet air perebusan

Log sheet perebusan produk



VI.  STANDARD SANITATION OPERATING PROCEDURE (SSOP)

6.1 Ruang dan Proses Peralatan
a.  Sebelum Proses
Semua peralatan kerja terutama yang berhubungan langsung dengan product, seperti keranjang proses, meja proses dan peralatan lainnya harus selalu dalam keadaan bersih.  Pembersihan dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan air bersih bertekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran dan bakteri.  Semua perlakuan ini dilakukan untuk lantai ruang proses.
a.    Selama Proses
Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan higienis, prosedur ssanitasi harus dijalankan dengan hati-hati dan continue selama proses.  Lantai proses dan bak pencucian maupun pendinginan harus dibersihkan secara teratur menggunakan sikat atau sapu dan menyiram air untuk menghilangkan kotoran karkas yang jatuh dilantai.  Meja proses juga dibersihkan setiap kali ada pergantian material dengan menyiram/ menyemprot air ke meja.  Untuk keranjang proses, dan alat pemotong, serta mencabut bulu, pembersihan dilakukan sebelum dan selama proses produksi berlangsung. 
b.      Sesudah Proses
1.   Meja Proses dan Ruang Proses
      Sesudah Proses, semua meja proses dibersihkan untuk menghilangkan semua kotoran  dan bahan organik dengan menggosok menggunakan sikat ditambahkan Premium Clorinated Alkalin Foam Detergent, kemudian menyiram/disemprot dengan air dingin. Penanggung jawab sanitasi akan memperhatikan dan mencatat kondisi alat produksi setiap hari dengan menggunakan catatan checklist.
2.   Peralatan Proses
      Sesudah proses, semua peralatan proses dibersihkan dengan cara menggosok menggunakan sikat ditambahakan Premium Clorinated Alkalin Foam Detergent dan menyiramnya dengan  air. Semua peralatan proses kemudian didisinfektan dengan menyemprot/menyiram air chlorine 50-100 ppm
d.   Istirahat Makan Siang
Seluruh alur proses harus berhenti pada waktu istirahat makan siang. Air yang ada di lantai produksi harus disapu ke dalam got dan tempat cuci karkas ayam/bak whater chiller dikeringkan. Semua meja, keranjang, tempat cuci karkas, lantai disiram dengan air klorin 50 ppm. Sesudah istirahat makan siang diberi lagi air clorine 50 ppm.



6.2  Kebersihan Karyawan
Program yang harus dijalankan sebelumnya :
a. Sebelum Memasuki Ruangan Proses
Tujuan :
Tangan pekerja sarung tangan, perkakas, permukaan peralatan yang berhubungan dengan makanan yang menyebabkan kotor, lantai. Atau semua obyek yang tidak bersih, tidak boleh meyentuh produk makanan sebelum dibersihkan dan disanitasi terlebih dahulu.
Prosedur :
1. Pekerja selalu dilatih tentang  bagaimana dan kapan harus mencuci dan mensanitasi tangan mereka.
2. Penannggung jawab sanitasi akan menyiapkan alat sanitasi berupa botol semprot yang berisi larutan klorin 50 ppm.  Seluruh bagian tangan disemprot pada awal akhir proses.
3. Semua karyawan yang tangannya menyentuh kotoran, lantai atau obyek yang lain yang tidak bersih, harus membersihkan dan mensanitasi tangan serta sarung tangan  sebelum menangani produksi.
4. Perkakas dan peralatan yang berhubungan dengan lantai, kotoran, dan obyek lain yang tidak bersih harus dibersihkan dan disanitasi sebelum digunakan  untuk produksi makanan
b. Waktu Jalannya Produksi
Tujuan :
Fasilitas Pencucian tangan dan sanitasi diletakkan secara strategis di semua daerah proses, dimana pelaksanaan sanitasi yang baik diperlukan oleh pekerja untuk mencuci tangan dan mensanitasi tangan mereka secara berkala.
c. Diluar Ruang roses
Tujuan :
 Untuk mencegah Kontaminasi dan memelihara kebersihan pekerja
Prosedur :
1. Pekerja tidak boleh menggunakan baju kerja di luar ruangan proses
2. Baju kerja, afron, topi, masker dicuci setiap hari setelah selesai bekerja








6.3  Kebersihan dan kehygienisan Produk
Untuk memelihara kehigienisan dan kesegaran pada akhir produksi, pencucian dengan air klorin dilakukan pada semua tahapan proses dengan kriteria sebagai berikut:
1.   Air yang digunakan harus selalu bersih
2.   Temperatur pada saat perendaman air dingin harus berkisar antara 5°C atau kurang
3.   Air yang digunakan untuk pencucian karkas diganti setiap 200 – 300 ekor dan pengecekan kadar klorin sebesa 20 – 50 ppm,  untuk menjaga kebersihan dari air tersebut.
6.4  Kontrol Hama Pengganggu
Tujuan :
 Tidak ditemukan hama pengganggu di daerah produksi
Prosedur :
1.   Kontrol hama dilakukan di daerah produksi sebelum proses dimulai
2.   Perangkap tikus diletakkan di luar ruangan proses
6.5  Keamanan Pengelolaan Air dan Es
Tujuan :
Air yang berhubungan langsung dengan produk makanan, pencucian makanan dan pembuatan es curah harus aman dan bersanitasi bagus agar higienis
Prosedur :
Untuk menjaga keamanan kualitas air PDAM secara berkala diperiksa setiap enam bulan untuk mengetahui kualitas mikrobiologinya (TPC dan E. coli)
6.6  Bahan Kimia
Semua senyawa kimia yang diijinkan di dalam pengelolaan makanan seharusnya diidentifikasi, dijaga, digunakan, dan disimpan melalui cara yang dapat melindungi terjadinya kontaminasi terhadap makanan, bagian permukaan makanan, atau pengepakan material. Penanggung jawab sanitasi akan memeriksa dan memberi label terhadap bahan kimia yang digunakan selama proses produksi agar tidak terjadi kesalahan penggunaan, dan disimpan dengan benar.










VII. STANDAR PROSEDUR OPERASI PRODUKSI (SOP – PRODUKSI)

7.1  Penerimaan Raw Material
1.      Setiap pembelian ayam harus dievaluasi kondisi dan kualitasnya. Jika ditemukan tidak sesuai standart, ayam dipisahkan.
2.      Sebelum dilakukan pembongkaran, ayam diistirahatkan dulu selama ± 15 menit.
3.      Pengambilan ayam dalam kandang truk dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan fisik (sayap patah, memar).
7.2  Penyembelihan
1.      Sebelum penyembelihan dilakukan penggantungan ayam pada shackle dengan posisi kaki diatas dan badan terjungkir ke bawah
2.      Kemudian dilakukan pemingsangan dengan konduktor elektrik selama ± 5 detik dengan cara mengapitkan alat ke mulut ayam agar ayam tidak banyak bergerak sehingga memudahkan penyembelihan
3.      Penyembelihan ayam menggunakan pisau dengan metode Khoser Style yaitu peyembelihan bagian leher yaitu arteri carotis, vena jugularis dan eshopagus.
4.      Penirisan darah dilakukan selama ± 5 menit
7.3  Perebusan
1.      Perebusan dilakukan pada wadah stainlees teel dengan mencelupkan ayam ke dalam air panas pada suhu 55 - 60°C selama 1,5 – 3 menit dengan jumlah ayam 18 ekor tiap proses
2.      Selama perebusan dilakukan pengadukan supaya pemanasan merata
3.      Dilakukan pencatatan suhu tiap proses
4.      Penggantian air dilakukan setiap 400 ekor
7.4 Pemotongan kaki
1.      Pemotongan kaki dilakukan dengan gunting stainlessteel.
2.      Potongan kaki dipisahkan dan dikumpulkan dalam keranjang dan ditambahkan es curah kemudian ditempatkan di ruangan khusus.
7.5  Pencabutan Bulu
1.      Pencabutan bulu dilakukan selama ±15 detik jumlah ayam 10 ekor tiap proses dan ditambahkan air secukupnya untuk mempermudah pengeluaran bulu dalam alat plucker
2.      Bulu ayam dipisahkan dalam keranjang dan dikumpulkan di tempat khusus.




7.6  Pemotongan leher
3.      Pemotongan leher dan kaki dilakukan dengan mesin cutter.
4.      Potongan kepala dan kaki dipisahkan dan dikumpulkan dalam keranjang dan ditambahkan es curah kemudian ditempatkan di ruangan khusus.
7.7  Pengeluaran Jeroan
1.      Pengambilan jeroan dilakukan dengan hati-hati menggunakan tangan jangan sampai sampai ada saluran feses yang pecah.
2.      Kemudian dilakukan pengambilan bagian lemak yang ada di dekat potongan leher karkas.
3.      Bagian jeroan dan lemak secepatnya dipisahkan dan dikumpulkan dalam keranjang dan diberi es curah dan ditempatkan di ruang khusus.
7.8  Pencucian
1.      Karkas dimasukkan dalam bak air dan dicuci dengan tangan.
2.      Air pada bak pencuci ditambahkan klorin 20 – 50 ppm.
3.      Dilakukan pencatatan kadar khlorin bebas sebelum proses pendinginan awal dan setelah proses secara berkala.
4.      Dilakukan pengecekan kadar klorin secara berkala.
5.      Setiap karkas harus bersih dari kontaminasi fisik (bulu, bagian jeroan) dengan tujuan mengurangi kontaminasi mikrobial.
7.9 Grading
1.      Dilakukan sortir produk
*      Abob              : 1,1 kg s/d 1,25 kg
*      Non Abob       : < 1,1 kg atau  > 1,25 kg
7.10 Pendinginan Awal
1.      Karkas yang telah  dicuci dimasukkan ke dalam bak air khlorin dingin 20 – 50 ppm (air + es curah)
2.      Temperatur dipertahankan maksimal 5 °C dan perendaman dilakukan selama ±15 menit
3.      Dilakukan pencatatan kadar khlorin bebas sebelum proses pendinginan awal dan setelah proses secara berkala.
4.      Karkas dimasukkan dalam setiap bak berdasarkan ukurannya (abob/non abob)
5.      Penanggung jawab produksi memeriksa mutu dan size karkas dalam setiap bak untuk memastikan bahwa karkas sesuai dengan standart.
7.11 Parting
1.      Karkas dilakukan parting dengan alat cutter menjadi 5 bagian yaitu : wing, thigh,rib, drumstick, keel/breast sesuai dengan ukuran yang ditetapkan.







7.12 Pengemasan
1.      Packing menggunakan plastik polietylen dengan menggunakan sealer sesuai dengan spesifikasi jenis produk (wing,abob,non abob)
2.      Warna kemasan yang digunakan sesuai dengan berat dan ukuran karkas:
*   Hijau    : Abob
*   Putih    : Non Abob
*   Biru     : Wing
7.13 Penyimpanan Beku
1.      Setelah di packing karkas dalam kemasan seharusnya dipindahkan ke gudang pembekuan secepatnya.
2.      Temperatur blast freezer dipertahankan pada suhu minimal -20oC.
3.      Proses pembekuan dilakukan selama 2 hari.


























VIII. PROSEDUR  PEMANGGILAN

8.1   Koordinator Pemanggilan
Operasional manager bertanggung jawab sebagai koodinator pemanggilan produk, baik dari pelanggan maupun dari pabrik itu sendiri.
8.2   Produk yang Akan Dipanggil
Produk yang dipanggil adalah produk yang dianggap pelanggan melanggar garis ketentuan,  jika produk ditemukan menyimpang dari standar yang telah ditentukan, dan gagal memenuhinya.  Produk yang dipanggil hanya satu atau semua berdasarkan:
1.      Adanya kontaminasi kimia seperti : residu klorin yang melebihi batas yang ditentukan.
2.      Keberadan mikroba pathogen seperti Salmonella dan E. coli.
3.      Berat dan ukuran produk yang tidak sesuai standar.
8.3   Kode Produksi
Kode produksi yang digunakan oleh CV. Muallim Broiler adalah sebagai berikut:
 








Artinya bahwa proses produksi berlangsung pada tanggal 25 Juli dan kadaluarsa produk tertanggal pada 25 Oktober.





IX.  PENGADUAN KONSUMEN

1.      CV. Muallim Broiler hanya memiliki sedikit konsumen oleh karena itu mereka selalu mendapat perhatian khusus.
2.      Semua pengaduan umumnya diterima faxsimille dan telephon dan disimpan dalam file.
3.      pengaduan didiskusikan oleh bagian produksi, operasional manager, dan penaggung jawab sanitasi sehingga didapatkan penyelesaian.  Penyelesaian ini akan diberikan kepada konsumen lewat via telephon dan faxsimile.
4.      Semua penyelesaian dapat diterima konsumen dan dapat dilaksanakan
5.      Semua pengaduan digunakan sebagai dasar perbaikan proses dan pengembangan perusahaan.
6.      Form dokumentasi penagduan konsumen dapat dilihat pada Lampiran 5.



X.  STANDARD  PELABELAN

Pemberian label merupakan cirri spesifik/ cirri khusus iner plastic polyetilen, dimana diluarnya tercetak informasi sebagai berikut:
KFC Chicken
Asal Supplier
 Jenis Produk
Spesifikasi
Potongan
Tanggal dan bulan kadaluwarsa
Label harus mampu memberikan informasi yang tepat bagi konsumen.  Selain itu label juga harus permanen dan tidak terkontaminasi silang produk akhir.
Pengawasan dan pengecekan pelabelan dilakukan selama pemberian label dan juga salama proses pengepakan.  Jika terjadi pemberian label yang salah, maka tindakan yang diambil adalah sebagai berikut:
1.      Mengubah label yang mengalami ketidakcocokan pada iner plastic polyetilen yang digunakan.
2.      Penolakan terhadap lanel yang tidak cocok.


Lampiran

Lampiran 1. Log Sheet Cacat Produk Sebelum Parting


LAPORAN CACAT PRODUK SEBELUM PARTING

                                                                                Tanggal :__________________

Batch
Jumlah/prosentase cacat
Tindakan Koreksi
Dicatat oleh
Memar
Patah
Warna

























































































































Lampiran 2. Form Isian Penerimaan Harian

CATATAN PENERIMAAN HARIAN

                                                                                                                                                                        Tanggal :_________________

Suplier
Lokasi area
Tipe material
Kualitas
(kondisi fisik)
Jumlah diterima
Jumlah ditolak
Tindakan Koreksi
Dicatat oleh

















































Lampiran 3. Log Sheet Sanitasi Harian

LEMBAR SANITASI HARIAN

                                                                                                                                                                                                Tanggal

                                                        Waktu pengecekan









Tindakan Koreksi

Dicatat oleh
KONDISI SANITASI                                      Pre-op
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
Pass Fail
1. KEBERSIHAN DAN SANITASI ALAT KERJA










a)      alat kerja dibersihkan dan disanitasi sebelum mulai proses
b)      sisa produk karkas dibersihkan dari alat karja waktu istirahat
c)      alat kerja dibersihkan dan disanitasi sesudah akhir proses










2. KEBERSIHAN DAN PAKAIAN KARYAWAN
a)      kaus tangan, afron, seragam kerja dan masker dalam kondisi bersih dan baik
b)      kuku panjang dan cincin tidak ditemukan dalam di seluruh karyawan










3. KONTAMINASI SILANG
Tangan, kaus tangan dan alat kerja karyawan yang akan menyentuh produk harus dibersihkan dan disanitasi untuk menghilangkan kotoran sebelum menyentuh produk makanan










4. FASILITAS CUCI TANGAN DAN SANITASI
a)      Persediaan yang cukup untuk tissue dan sabun anti bakteri
b)      Konsentrasi klorin di tempat cuci tangan:
·         Pintu masuk                ( 50 ppm )
·         Pengeluaran jeroan     ( 50 ppm )
·         Area packing               ( 50 ppm )











5. PERLINDUNGAN DARI BAHAN LUAR
a)      Bahan cucian dilabel dan disimpan secara benar
b)      Produk dihindari untuk kena air di lantai
c)      Produk dihindari untuk menyentuh dengan benda yang kotor










6. BLAST FREEZER
a) produk karkas beku dipisahkan tiap tanggal  produksi









7. KESEHATAN KARYAWAN
Karyawan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit yang akan mempengaruhi produk makanan










8. FASILITAS TOILET/ KAMAR MANDI
Semua toilet harus bersih dan berfungsi dengan benar









9. BINATANG/SERANGGA
Tidak ada binatang dan serangga ditemukan di tempat proses












Lampiran 4. Log Sheet Pada Pengecekan Temperatur Selama Produksi


PENGECEKAN TEMPERATUR SELAMA PRODUKSI
                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                                                    Tanggal :
 

Temperature Karkas dan air
Pengeluaran Jeroan
Pencucian awal
Pendinginan dengan klorinasi
Packing
Keterangan dan koreksi
Jam :
karkas/air





Jam :
karkas/air





Jam :
karkas/air





Jam :
karkas/air





Jam :
karkas/air





Jam :
karkas/air








Lampiran 5.  Form Isian dokumentasi Pengaduan Konsumen


PENGADUAN KONSUMEN

Uraian
Keterangan
Kode Kemasan

Tujuan Pemasaran

Label

Pembeli

Isi Pengaduan

Tindakan Koreksi

Tanggal Pengaduan

Tanggal Penyelesaian Pengaduan


Pimpinan Perusahaan



 




Operasional Manager



Lampiran 6. Log Sheet Pengecekan Kadar Klorin Bebas

LEMBAR PENGECEKAN KLORIN BEBAS
                                                                                       
 Tanggal :_____________

Batch
Jam Sampling
Kadar Khlorin
Tindakan koreksi





























































































Lampiran 7. Log Sheet Scalding

LEMBAR PENGECEKAN PROSES SCALDING
                                                                                       
 Tanggal :_____________

Batch
Jam Sampling
Suhu Proses
Time
Jumlah ayam
Tindakan koreksi



































































































































Lampiran 8. Log Sheet Eviscerating

LEMBAR PENGECEKAN PROSES EVISCERATING
 Tanggal :_____________

Batch
Jam sampling
Hasil Inspeksi
Tindakan koreksi






























































































Lampiran 9. Log Sheet Proses Perendaman Air Dingin

LEMBAR PENGECEKAN PROSES PERENDAMAN AIR DINGIN
                                                                                       
 Tanggal :_____________

Batch
Jam Sampling
Suhu Proses
Tindakan koreksi





























































































Lampiran 10. Log Sheet Temperatur Blast Freezer

LEMBAR PENGECEKAN HARIAN TEMPERATUR BLAST FREEZER
                                                                                       

Waktu
Temperatur
Dicatat oleh
Tindakan korksi
Tinggi
Rendah

























































































DAFTAR ISI

I.     DESKRIPSI PRODUK............................................................................................     iii
II.    DIAGRAM ALIR PROSES......................................................................................     iv
III.  IDENTIFIKASI BAHAYA POTENSIAL.................................................................      v
IV.  ANALISA BAHAYA..................................................................................................     vi 
V.   IDENTIFIKASI CCP.................................................................................................     
       5.1  Penetapan Titik Kendali Kritis Untuk Bahan Baku...............................................      8
       5.2  Penetapan Titik Kendali Kritis Untuk Proses Produksi..........................................      8
       5.3  Hazard Plant CV. Muallim Broiler........................................................................      8
VI.  STANDARD SANITATION OPERATING PROCEDURE (SSOP)........................     15
6.1 Ruang dan Proses Peralatan...................................................................................     15
6.2 Kebersihan Karyawan ...........................................................................................     16
6.3 Kebersihan dan kehygienisan Produk....................................................................     21
6.4 Kontrol Hama Pengganggu.....................................................................................     22
6.5 Keamanan Pengelolaan Air dan Es........................................................................     23
6.6 Bahan Kimia                                                                                                3
VII. STANDAR PROSEDUR OPERASI PRODUKSI (SOP – PRODUKSI)..................      6
7.1   Penerimaan Raw Material.....................................................................................      8
7.2   Penyembelihan.....................................................................................................     12
7.3   Perebusan.............................................................................................................     14
7.4   Pencabutan Bulu..................................................................................................     15
7.5   Pemotongan leher dan kaki..................................................................................     15
7.6   Pengeluaran Jeroan..............................................................................................     16
7.7   Pencucian.............................................................................................................     21
7.8   Grading................................................................................................................    22
7.9   Pendinginan Awal................................................................................................    23
7.10 Parting..................................................................................................................     12
7.11 Pengemasan.........................................................................................................     14
7.12 Penyimpanan Beku..............................................................................................     15
VIII.  PROSEDUR  PEMANGGILAN.............................................................................     15
8.1 Koodinator Pemanggilan....................................................................................     16
8.2 Produk yang Akan Dipanggil.............................................................................     21
8.3 Kode Produksi....................................................................................................    22
IX.  PENGADUAN KONSUMEN.....................................................................................    23
X.    STANDARD PELABELAN.......................................................................................    22
LAMPIRAN.......................................................................................................................


LAMPIRAN

LAMPIRAN
Lampiran 1. Log Sheet Cacat Produk Sebelum Parting....................................................      3
Lampiran 2. Form Isian Penerimaan Harian.......................................................................      6
Lampiran 3. Log Sheet Sanitasi Harian.............................................................................      8
Lampiran 4. Log Sheet Pada Pengecekan Temperatur Selama Produksi...........................     12
Lampiran 5. Form Isian dokumentasi Pengaduan Konsumen ..........................................     15
Lampiran 6. Log Sheet Pengecekan Kadar Klorin Bebas .................................................     15
Lampiran 7. Log Sheet Scalding........................................................................................     16
Lampiran 8. . Log Sheet Eviscerating................................................................................     21
Lampiran 9. Log Sheet Proses Perendaman Air Dingin....................................................    22
Lampiran 10. Log Sheet Temperatur Blast Freezer ..........................................................    23